10.10.2015

Moment Terbaik atau... (Terburuk) : Hari ke-1

Tugas pertama untuk desk bulletin hari itu diawali pukul 05.00 dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Kami (gue dan camera person) sudah siap banget, dengan membawa satu backpack full set pakaian ganti seperti ingin Dinas Luar Kota, walau kolip (kordinator liputan) bilang kalo kita sebisa mungkin melakukan perjalanan pergi-pulang.

Oya, kami akan ikut perjalanan bersama TNI AU menggunakan pesawat Hercules, melakukan pencarian pesawat QZ8501, di perairan Tanjung Pandan, lokasi yang diperkirakan tempat jatuhnya pesawat, walau bukan disana tempat terakhir terdeteksi sinyal ping.

Jam 05.00 kami dan kurang lebih seratus wartawan lainnya menyetujui manifestasi perjalanan hari itu, dan satu jam kemudian direncanakan akan diberangkatkan bersama anggota BASARNAS. Sebelum berangkat kami mendapat briefing mengenai SOP penerbangan juga misi pencarian hari itu. Hmmm... saat itu gue merasa sebagian pikiran gue ada di tanah dan yang sebagian entah ada di mana. Antara mengerti dengan apa yang mereka katakan dan sebagaian lagi merasa mereka berbicara bahasa yang emang ga gue mengerti. Bagian yang ga gue mengerti itu, terletak pada subjek dan objek, yang terindikasi sebuah nama, tempat, atau benda. Tapi gue terus mencatat apa yang gue denger.... catet aja dulu, mikirnya belakangan deh.

Pertanyaan pertama gue ajukan ke wartawati di sebelah gue, “Mba, hmmm... Atang Sanjaya itu jabatannya apa ya?” karena dari apa yang gue denger sih, si Atang Sanjaya ini hebat bener, dia akan mengirimkan helikopter juga pesawat bantuan, yang akan ikut dalam misi pencarian.

“Maksudnya?” Mba Wartawati sempat kebingungan dengan pertanyaan gue.
“Iya, yang tadi ngirim heli, hercules satu lagi....,” gue masih ragu-ragu.
“Ooh, itu nama lanud mba, di Bogor,” jelasnya.
“Ooooooh.. oke. Makasih yaa.” K-I-C-E-P, sambil senyum-senyum sendiri.

Oke, mungkin kalo kapten di depan bilang soal Agus Salim, Bung Tomo, Supriyadi, atau Bung Karno.. gue tau apa yang lagi diomongin.. hahaha.

Gue pun mendapat kloter pertama terbang dengan Hercules TNI AU A1319. Ini pertama kalinya gue naik Hercules yang katanya super besar dan tempat duduknya suka-suka lo itu. Apa yang gue bayangkan ternyata tepat. Yaa.. duduk di sisi kanan dan kiri berhadap-hadapan (macem diangkot), dan suasanya emang seperti naik Bus tapi terbang. Hal itu juga yang diperingatkan oleh awak pesawat.

“Jangan sering jalan-jalan, lari-lari, atau loncat-loncatan. Walau pesawat ini besar, kaya bus terbang. Tapi tetap harus jaga keselamatan”

Gue juga ga tertarik untuk banyak tingkah sih. Lambat laun pun kami semua mati gaya.

Pesawat Hercules A1329 (kloter kedua) yang juga bersama-sama melakukan pencarian di perairan Tanjung Pandan

Momen lepas landas memang luar biasa bisingnya. Gue ga bisa denger omongan sendiri. Sesampainya pesawat di atas awan, suhu ruangan terasa dingin. Dua jam perjalanan pun membuat kami semua tertidur.

Satu persatu orang-orang terbangun setelah merasa ketinggian pesawat ini berkurang, dan saat itulah pencariaan mulai dilakukan. Ketinggian pesawat kami berada 500 meter di atas permukaan laut. Pesawat tidak bisa lebih rendah dari ini karena cukup membahayakan.

Yang bisa melihat apa yang ada di luar sana hanya awak pesawat yang berjaga di setiap jendela, dan para pilot yang berada di kokpit. Kami para wartawan bisa melihat sekaligus mengambil gambar secara bergantian. Juga bergantian naik ke kokpit pesawat, satu-satunya tempat yang udaranya dingin ber-AC. Karena lama kelamaan, udara di pesawat sangat panas. Ini disebabkan kami berada diketinggian rendah.

Jendela Hercules A1319 aka. lubang pengamatan awak dan penumpang selama 10 jam pencarian

Sepuluh jam pesawat Hercules kami menelusuri di perairan Tj. Pandan secara vertikal. Namun, sayang sekali kami tidak menemukan apapun. Hanya satu penampakan berupa sebuah bidang besar rata berwarna putih, yang dicurigai sebagai badan pesawat. Satu-satunya cara untuk mengecek kepastiannya adalah melalui jalur air. Namun malamnya, dikonfirmasi bahwa temuan itu hanya sampah laut.

Panasnya udara dalam Hercules A1319 membuat para jurnalis 'teler' ikut dalam 10 jam pencarian

Esoknya (saat gue sedang sibuk-sibuknya dengan temuan yang valid), gue dapet kabar dari chat seorang teman, kalo sosok gue disebut dalam status update akun sosial wartawati yang gue tanya dengan polos subuh-subuh itu.

Status itu kira-kira mengisyaratkan kalo reporter TV itu “kosong”. Gue yang dikirim screen shot status mba-mba itu, Cuma ketawa-tawa. Tanpa tersinggung sebetulnya. Well, everyone has their first. Gue pun ga kepikiran untuk membekali diri gue dengan nama-nama landasan udara di daerah-daerah sih.. apalagi lanud kecil, walau ternyata itu di Bogor looh.. deket banget. Tapi gue emang ga pernah denger sih. Hahahaha.


Belakangan gue lama-lama tahu memang si mba wartawati ini emang dikenal dengan orang yang “sok pinter” dan punya banyak masalah dengan orang-orang karena status yang dipublishnya lewat media sosialnya. Amin.

10.08.2015

Momen Terbaik atau... (Terburuk)


foto oleh: IHSANUDDIN | kompas.com

Pagi itu cukup baik bagi gue, karena bisa memperbaiki pola istirahat yang memang selalu berantakan setiap hari, usai make jatah libur (Jumat-Sabtu) buat tidur seharian. Maka bersemangatlah gue menuju kantor pukul 10.00. Kali ini pun gue bisa ga tertidur dalam perjalanan menggunakan bis menuju kantor. Gue bisa chat selama perjalanan.. biasa rame-ramein grup Whatsapp.. sampe berita jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 berhembus dan kabarnya kantor sudah memulai breaking news.

Divisi gue tidak ribut soal itu, karena memang kami hanya fokus berita olahraga saja, dan program Kompas Sport Petang masih tetap sesuai jadwal untuk sementara. Tugas gue kali ini pun hanya rought cut materi editing dokumenter olahraga.. sampai akhirnya sore hari tiba.

Salah satu produser gue menghampiri gue yang ruang editing, yang melontarkan kalimat yang menjurus pada penyataan daripada pertanyaan.

“Rat, lo berangkat ya ke Singapur...” Mas Deden yang masih megang gagang pintu editing.
“Ha? Ngapain......... AirAsia??” Gue masih berpikir, ada event olahraga apa lagi di Singapura sebelum akhirnya gue paham maksudnya apa, “Hmmmm... mmmm.. duh.... yaaaa.... gimana ya.. O..o.. oke”.
“Mending sekarang lo riset sebanyak-banyaknya, lo bawa passport sekarang? Ada baju ganti ga?” sambil produser gue meniggalkan gue gitu aja yang termangu

Well, gue tau sebetulnya SOP kantor, setiap reporter paling harus meninggalkan baju ganti cadangan yang siap pakai. Tidak lain untuk kejadian darurat seperti ini. Gue masih berpikir untuk menolak hal itu, antara yakin atau tidak. Karena dalam hati gue tertantang untuk melakukan hal yang baru – walau di luar keahlian gue – yang benar.. benar.. benar.. baru.

Kenapa harus gue? Salat satu alasannya, banyaknya reporter news bulletin yang sedang masa cuti natal juga tahun baru. Keberadaan gue pun akhirnya dapat menjadi bala bantuan tambahan bagi Kompas TV. 

Keputusan gue menyanggupi tugas ini, setelah berkonsultasi dengan produser yang gue anggap sebagai mentor terbaik gue, Retno Lestari (kapan-kapan gue ceritain soal dia). Dia memberikan pendapat (positif tambahan) bahwa meyakini apapun yang gue lakukan pasti mampu memuaskan banyak pihak.. ini adalah moment terbaik untuk gue (sebagai jurnalis).

Di lain pihak, peristiwa ini tentunya menjadi hal terburuk bagi yang pernah mereka alami. Tidak ada yang ingin mendapatkan nasib buruk dengan ditinggalkan oleh orang-orang yang dicintainya dengan cara seperti ini. Mereka berharap dapat bertemu lagi dengan para penumpang dilain waktu setelah melakukan liburan, kunjungan, pekerjaan, dll di Singapura. Bahkan seperti yang sudah diberitakan, justru peristiwa ini meninggalkan bekas yang dalam bagi yang ditinggalkan karena rata-rata korban jatuhnya QZ8501 mempunyai hubungan satu darah (keluarga).

Sebagai pembuat berita, di sana kami harus membuat hati kami sebagi manusia mati rasa.. mendapatkan berita seaktual dan faktual mungkin, bagaimana pun caranya.. walau harus melihat hal-hal terburuk sambil menahan emosi.


Deep.. very deep condelences!

5.30.2015

Back to Business




Wow, setelah dua tahun absen ketak-ketik di blog ini, akhirnya gue bener-bener kembali.

Bukan tanpa alasan. Memasuki masa skripsi dua tahun yang lalu juga membuat gue lupa dengan segalanya. Ternyata eksistensi di dunia maya tidak menarik perhatian gue sama sekali. Imbasnya, gue pun lupa dengan akun ini hingga ke passwordnya sekalian. Sampai akhirnya sekitar dua minggu yang lalu, tepatnya tengah malam, antara sadar-tidak-sadar, gue teringat dengan semuanya.

Sebelumnya, karena telah melupakan semuanya, gue pun buat blog baru dengan akun tumblr - sekitar 2 bulan sebelum ini - dengan alasan, "toh, saat ini gue sudah memasuki hidup baru. Kita mulai dari awal lagi saja." Cuma hingga gue kembali ke sini, tumblr itu juga masih kosong. Hanya beberapa posting foto-foto hasil instagram aja.

Okay! Apakah kita akan mulai dari awal lagi?
Anggap saja begitu. Karena memang semua yang terjadi pada gue, setelah lulus kuliah adalah hal yang baru... dan melupakan beberapa hal yang lama.

Pekerjaan Baru
Kira-kira satu bulan setelah lulus, gue menginjakkan kaki di PT. Gramedia Media Nusantara alias Kompas TV secara resmi. Akhirnya pekerjaan di tempat ini sebagai reporter yang gue pilih. Menanggalkan kesempatan berharga lainnya di Citibank, Garuda Indonesia, Bank BRI, dan entah beberapa tempat yang menawarkan nego gaji sebagai marketing. Dan terkadang masih ada perasaan menyesal meninggalkan keberuntungan tahap wawancara YPP untuk United Nations, berharap pekerjaan sebagai pilar keempat negara punya manfaat yang besar. 

Sekarang gue adalah pegawai tetap di Kompas TV dengan tugas kerja sebagai news magazine reporter, khususnya reporter olahraga. Sebetulnya diawal sempat menyesal karena ga menyangka akan diposisikan di desk olahraga. Walau gue adalah atlet futsal daerah dan kampus, cuma gue sama sekali ga pernah menyimak pemberitaan olahraga dan bahkan gue ga suka nonton sepakbola.


Skip, gue masih berada di desk yang sama hingga kini. Sementara temen-temen seangkatan kerja sudah pindah-pindah desk. Puji Tuhan, gue ternyata sangat dipercaya di posisi ini. Kalo ga, gue ga mungkin udah dipercaya untuk langsung pergi ke luar kota padahal baru sebulan kerja, dubbing naskah, membawakan beberapa episode program olahraga sebagai presenter, buat 10 episode lebih program semi dokumenter, hingga liputan ke luar negeri. Ternyata di desk ini lah gue dapet pelajaran paling banyak dari pada temen-temen gue yang lain.

Kisah yang Lama
Pekerjaan boleh baru, tapi kisah cinta masih yang lama. Sampe saat ini status percintaan gue masih menjadi pacar Adil Pradipta. Tapi bukan berarti tanpa bumbu-bumbu kebencian. Sekali dua kali nyaris-nyaris berakhir juga pernah, tapi masih bisa kembali bersama. Cailah.


Tahun ini rasanya lebih rasional. Karena targetnya kini lebih mencari materi bersama. Setahun belajar cari duit sama perusahaan orang.. sekarang waktunya mengaplikasikan ilmu yang kita timba sejak kuliah. Yoi, bikin usaha.

Walau ga seberapa kreatif, dan belum menghasilkan apa-apa. Baru kali ini rasanya bisa mewujudkan sebuah niat cari duit sendiri. Semoga aja bermanfaat, paling ga buat orang-orang terdekat dulu.

Adil meninggalkan pekerjaannya di sportsatu.com demi buat usaha sendiri. Akhirnya dia menjadi orang yang menjual mimpinya agar bisa rasional (mencari nafkah untuk masa depan).. apa mimpi Adil? Dulu sih, ingin jadi jurnalis olahraga. Sekarang masih mimpi, mimpinya mungkin berubah. Cuma gue ga tau seberapa banyak berubah.

Adil punya beberapa jenis usaha yang ia jalankan sendiri dan bersama teman-temannya, juga bersama gue. Di posting yang lain nanti gue akan kenalkan usaha yang gue dan Adil bangun bersama.

Sejauh ini cuma waktu ini yang bisa gue manfaatkan untuk buat postingan "Selamat datang untuk diriku sendiri!". Karena waktu luang atau libur yang ada gue manfaatkan untuk tidur sepuas-puasnya dan cari duit sebanyak-banyaknya. Dan sayang, yang belum diwujudkan adalah ibadah seikhlas-ikhlasnya.

Love and Cheers.

4.29.2013

Future Job: Work With Passion

Nyoba magang di media cetak nasional ternyata lumayan membawa efek bola salju sebagai manfaat yang dihasilkan dari hobi yang terus ditekuni selama tiga tahun ini. Dari hobi gambar secara tradisional, kita mencoba merambah ke dunia digital. Walaupun belum jago-jago amat tapi sambil terus belajar teknik-teknik baru, sambil juga nerima orderan kanan-kiri dari orang-orang yang percaya sama desain yang gue buat.

Sejauh ini belum ada yang langsung sreg dengan desain pesanan yang udah gue buat, tapi kita terus komunikasi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan bagi pihak yang buat, gue, dan pihak klien. So far, maaasiiiih terus belajarlah gue dibidang ini.

Bidang ini membuat diri ini membayangkan pekerjaan ideal sehabis lepas dari bangku institusi pendidikan. Dunia kreatif memang sedari kecil, selalu membuat mata gue bersinar-sinar ketika melihat orang-orang yang bekerja didalamnya mempunyai rasa dan warna yang cerah, terlihat dari raut mereka.

Tapi entahlah, rasanya masih terus harus dipikirkan, yang penting apapun yang didapat nanti harus dikerjakan dengan senang hati... dan yang membuat senang hati adalah yang paling diminati dan sesuai dengan keahlian. Work with passion, the quote that we always hear about! Sudah pasti itu ada benarnya.

Setelah bekerja sama dengan media nasional untuk beberapa event sebelumnya, salah satunya pas banget sama hobi lainnya, masak! Kini mereka meminta lagi untuk proyek yang sama, masih berkaitan dengan masak-memasak juga. Lumayan, selain dapat bayaran hasil karya, boleh ikut acaranya gratis hehehe!

Ikut ya nanti acara yang berikutnya.. lebih lanjut nanti gue kabarin lagi bentuk acaranya. Yang pasti soal masak! ;)

Japanese Cooking Class, last April 2013




4.18.2013

Rindu


#np Payung Teduh - Angin Pujaan Hujan

Datang dari mimpi semalam
Bulan bundar.. bermandikan sejuta cahaya
Di langit yang merah
Ranum seperti anggur
Wajahmu membuai mimpiku

Sang pujaan tak juga datang
Angin berhembus bercabang
Rinduku berbuah lara

3.21.2013

Nonton Alam Liar Afrika, LIVE!


Semenjak isu blood ivory tahun lalu yang diangkat oleh National Geography, gue pun ikut memperhatikan segala berita tentang isu pembantaian gajah sampai pada detik ini. Dan detik ini pun belum ada kabar baik mengenainya.

Ada perasaan senang dan sekaligus sedih ketika kaum-kaum tertentu berhasil membuat "sesuatu" untuk melindungi alam liar namun support yang didapat dari penduduk dunia tidak seberapa, tapi setiap seseorang berhasil terbujuk rasanya hal tersebut memberikan harapan yang amat positif bagi mereka-mereka ini. Begitu juga gue, yang sebetulnya ingin terjun langsung untuk membantu mereka. Kalo lo coba-coba mengajak gue ngobrol soal ini, gue yakin kita ga akan berhenti dan segera menjadi teman dekat.

Salah satu feature yang membantu kampanye perlindungan Gajah atau pun hewan lainnya secara tidak langsung, dan yang paling gue sering tonton adalah Africam.com. Website yang menghibur pengunjungnya untuk mengamati keadaan liar di beberapa tempat di Taman Nasional Africa. Lo ga cuma mengamati aja, tapi juga bisa mendengar betapa ramainya suara binatang, burung, serangga yang bernyanyi-nyanyi disana selama 24 jam! Selain kamera yang dipasang dibeberapa tempat, mereka juga memberitakan perkembangan terakhir mengenai wild animal. Yang lucu adalah ketika gue ga sengaja nonton pas banget ketika ada primata yang mendekat dan menempelkan wajahnya di kamera, dan  pernah juga kameranya tiba-tiba mati, namun suaranya masih terdengar, ada suara jeep datang dan beberapa orang berbicara kalau mereka sedang menunggu kawanan "sesuatu"

Emang sebel sih pas lo mau nonton lo akan melihat iklan dulu. Kaya nonton youtube aja. Cuma setelah gue mengamati iklan itu salah satu strategi pemasukan untuk pengamatan tetap berlanjut. Kalo lo mau nonton Afrika tanpa iklan, lo harus mendonasikan sejumlah uang yang ditentukan dengan klik "stop ads". Selain itu di Africam.com lo bisa "take action" dengan mengambil photo langsung dari kamera jika lo melihat "penampakkan" dan mereka akan mendirect lo untuk sharing ke jejaring sosial lo atau simpan untuk dirimu sendiri. Seru kok!

Nih, "take action" yang gue tangkap, penampakkan gazzle yang sedang merumput


That's called "The Real Petition"

Beberapa minggu lalu gue mengisi petisi untuk mem-ban perdagangan gading gajah di Thailand, petisi itu disebar kemana-mana oleh WWF dengan hashtag #killthetrade. Gue pun turut membantu petisi itu dengan menambah bagde #killthetrade profile picture gue di Twitter sejak sebulan yang lalu.

Gue bukan orang yang dengan mudah terbujuk untuk mengisi petisi. Sejujurnya gue takut untuk mengisi petisi-petisi itu, gue takut akan "scamming" yang mungkin aja bisa terjadi dan mengancam masa depan gue. Maka gue berhati-hati jika mengisi apalah itu petisi-petisi yang ga ngepek. Maksudnya apa sih?

Gini, misalnya gue ngisi petisi 'Save Gaza' yang memang mempunyai nilai sosial yang tinggi, bukan gue ga peduli tapi apakah dengan petisi itu Gaza akan 'terselamatkan', kita liat dulu bobot petisinya, siapa yang mengeluarkannya, telusuri dulu 'dalang'nya jangan sampai lo bahkan (misalnya) jadi terkait dengan organisasi-organisasi yang ga jelas dan mengancam masa depan. Misalnya gue di ban untuk datang ke US buat sekolah karena petisi gadungan.... Nah, iya gue kebanyakan nonton film... hahaha.

Sekali lagi bukan karena gue ga peduli akan kehidupan sosial, lingkungan, dll, tapi petisi-petisi sosial yang disebar-sebar itu ada dua kemungkinan (pertama) digerakkan oleh kaum tertentu dan punya maksud tertentu yang bersifat negatif dengan kepentingan negatif, atau (kedua) biar eksis aja.

OKE, khusus kasus ini ga sama dengan kasus diatas. Kasus #killthetrade ini adalah salah satu solusi untuk menyelamatkan masalah yang timbul lainnya. Simpelnya; 

  1. Gading gajah adalah produk yang nilainya lebih dari emas dan juga bisa tidak bernilai apapun--menimbulkan perburuan gajah meningkat untuk, jelas, gadingnya
  2. Perburuan gajah membutuhkan senjata api, yang menimbulkan perdagangan senjata api ilegal, untuk mendapatkan sesuatu yang ilegal juga
  3. Perburuan dan perdagangan ilegal mengancam keselamatan banyak hal, termasuk kemanusiaan
  4. Gading yang berhasil lolos dan dijual (amat sangat banyak) menghasilkan banyak uang dan permintaan semakin banyak karena alasan 'gading adalah barang yang cantik'
  5. Barang yang  cantik itu ternyata membunuh banyak manusia dan lebih banyak lagi hewan
  6. Siapa yang dirugikan? gue, lo dan kita semua. 

Coba berpikir lebih luas lagi, kalo aja hal diatas dibolehkan atau mungkin dengan alasan tidak punya daya untuk menghentikannya, yang terjadi adalah memperbolehkan hal-hal lainnya (ini sudah terjadi) misalnya dengan perdagangan gading makin banyak orang afrika yang menjadi pemburu dan budak, bahkan membunuh satu sama lain untuk memperebutkan gading. Dimana rasa kemanusiaan? Dan dibawah ini adalah himbauan tujuan petisi ini dari WWF.



Panjang yaa.. tapi kini gue ga bisa lagi membujuk orang-orang untuk membantu mengisi petisi ini, karena petisi ini sudah ditutup karena sudah mencapai targetnya. WWF pun mengucapkan terima kasihnya atas kesuksesan petisi ini.

Nah ini baru yang disebut "The Real Petition" bukan gadungan. Liat keberhasilan yang dicapai, Perdana Menteri Thailand pun mengeluarkan statement untuk menghentikan perdagangan gading kepada dunia dan khususnya di Thailand, walaupun produk gading adalah komoditi yang menguntungkan di negaranya. Yang dilihat bukan hanya nilai ekonomi tapi juga aspek-aspek lainnya yang pastinya sudah dipikirkan dengan matang.

3.20.2013

Our 26th Monthversary's Lunch

It should be our random-dinner last night for 26th monthversary. But because of some unpredictable things that his brother was sick and we need to get him to hospital immediatly, so our dinner must canceled.

We rearranged it from dinner to lunch in the next day, which was today. This time, he were the cooker! Yeaaaay.. and I gave him a little bit instructions, just for guidance :)

He cooked us spaghetti with shitake mushroom sauce served with some salad and my homemade KFC and orange juice box :)

... and today's lunch was awsome... he used a lot of shitake mushroom so it brought some earthiness in the sauce. GOOD JOB boy :D

edited by his path
 and you guys mustn't envy us.. hihihi...

10.21.2012

As Free


Have you ever felt free?
free as wild

#nowwishing

The Coolest Saturday Night


Malem minggu-an dapet kamera pocket gratis = Malem minggu paling asik!

Sampai detik masih sumringah karena jackpot rejeki hari ini. Diawali dengan kesel sendiri gara-gara jari tengah kejepit meja setrikaan, kukunya pun jadi ungu, rasa sakit cuma bisa ditahan dengan mengumpat dalam hati dan gigit bibir. Seandainya aja ga usah sok-sok-an baik ke bibi buat nyetrika sendiri, pasti jari tengahnya masih sehat wal afiat.

Hari ini sabtu yang lancar jaya, setelah memantau twitter malam sebelumnya, semua orang memperingatkan untuk tidak keluar rumah. YES! Hari ini semua orang berpikiran sama, kini jalanan bahkan tidak terlihat sebagai Sabtunya Bandung. Mau kemana sih? nonton Premium Rush dong. Seperti kata Melly seandainya ada versi 3D nya, pasti keren. Memang ceritanya sederhana, namun konsepnya luar biasa. Mengambil kisah pekerjaan kaum urban di New York, yaitu Mail Man dengan sepeda. Walaupun di film ini juga diperlihatkan betapa chaos dan mengganggunya pola kerja Mail Man ini untuk pedistrian dan menambah traffic problem di New York, para Mail Man ini bersedia mempertaruhkan badan dan nyawa mereka untuk tetap memegang aturan kerja mereka, 'keep the things to the right man'

Ketika nonton mungkin kamu agak-agak ngeri sedikit akan hal-hal yang mungkin saja terjadi. Kecelakaan fatal, luka, memar, dan sebagainya di jalan raya. Namun alur cerita yang variasi ini dapat menaik turun kan perasaan kamu disaat yang tepat.

Selesai Premium Rush, dapet traktiran gratis dari @mafiosoul. Sepertinya enak apabila sudah mempunyai penghasilan sendiri dan belum banyak yang ditanggung jawabkan. Contohnya dia yang paling tidak bisa berbaik hati berbagi rejeki ;p. Sepertinya Akus akan melakukan hal yang sama seperti dia suatu saat nanti. Semoga kalian kebagian rejeki dari ku juga ya ;D


Lanjutlah kemudian kita ke acara KASKUS The Lounge Roadshow di Bober Cafe, walaupun nyasar dikit malahan ke Bober Riau instead ke Bober Sumatra. Acaranya cukup menarik, ajang perkumpulan komunitas yang ada di Bandung. Karena temanya "Jelajahi Negeriku Indonesia" maka yang diundang komunitas yang berkaitan dengan travelling, salah satunya ALEUT.

Begitu absen undangan, kita langsung menuju game 'Dream Destination', dimana kita diminta untuk menuliskan suatu tempat impian kita untuk berpetualang pada post-it notes dan menempelkannya di dinding. Aku menulis,

"Ratri Kartika (@irtar), saya ingin keliling Papua, termasuk berkunjung ke Merauke untuk melihat kehidupan sosial perbatasan terluar Indonesia. Sekalinyapun terwujud, akan sangat mensyukurinya :)"

Diakhir acara post-it notes ku terpilih untuk memenangkan kamera pocket, satu kamera lainnya juga dimenangkan peserta dari Aleut. Dan yang paling heboh lagi Cici yang juga peserta Aleut memenangkan trip budaya ke Bali. Asik parah!

Cool stuff of the week!

Hari ini Saya ucapkan terimakasih sekali untuk Tuhan, @mafiosoul, @KomunitasAleut, dan @kaskus!
--Love you all--


10.08.2012

Mourn for Blood Ivory

I don't know how I suppose to be react about these issues. I just gasp, knowing that massive slaughter happened to packs of elephant. I right away bought Nat Geo magz yesterday because of the main issue was Blood Ivory. The elephant life has effected me in my life beside lion or cats. They have been my favorite creatures since I was a kid.

doc taken from Nat Geo Web
Blood ivory issue became news watch along last month. Just type 'blood ivory' in your browser, there would be many articles about ivory smuggler, ivory worship, brutal elephat slaughter, and those articles pointed to Africa as the target slaughter, then Philipine, China, Thailand, Malaysia, Brazil, and Hongkong as the largest market of ivories.

in order not being sold in black market, the rangers pull out ivory from the elephant who murdered in  Amboseli National Park, Kenya. In the first semester this year, six rangers died. But, rangers defeated 23 poachers. (doc. from Nat Geo Web)
Nat Geo magz said that in Januari 2012, about hundreds of riding hunters enters National Park in Camerun and slaughter hundreds of elephant with AK-47 and rocket granades. Can you imagine how chaotic it was? Not just elephants are captivated, also others animal whom protected their child or their pack.

Bryan Chisty discovers how religion plays a role in the problem of ivory trafficking. Those ivories are made as craft, statue, gift of Buddha, Yesus, or Santo. Bryan interview Monsignor Gracia in Phillipine as the religious ivory icons collector who said, "I do not see elephant, I see God". The pathetic is the fraters, monks, know certain ways to smuggle ivory to our country, know good crafters and make fake documents  about the date of the craft are made, will stample before restriction of ivory trafficking are annouced. This way certainly illegal, but how come these "holy people" could act something forbid like that?


Mons. Gracia with his ivories collection (doc from http://www.earthintransition.org)
I just sad see tens of slaughter elephat pics. Do you know that elephant is one of the smartest animal in the world? They shade tears when their family, or friends die. Even they find one of another elephant family or pack die, they will stay a while and mourn for the dead, do some mourn-ritual. If somebody is injure, the other will slow down their migration, so the family keep together. Some of people have them as a pet in Thailand, the elephant would protect you until they die, maybe you have already hear many sad stories from Thai about The elephant and their master.

Massive slaughter with AK-47 and granade, more than 300 elephants were killed (doc from Nat Geo magz)


inceneration of 5,5 tons ivories smuggled in Kenya (doc from Nat Geo Web)

I have a engraving pendant ivory from my grandma. She gave me when I was 13th. Believe it or not, I put that pendant in a box with a paper said "Sorry for the brutal slaughter you've been sustained" from Me and Grandma, then bury it in my backyard.

And then I remember this videoclip



10.07.2012

DIY Kaleidoscope

It's been almost 2 centuries this beautiful form invented by Sir David Brewster in 1817. He began work leading towards invention of the kaleidoscope in 1815 when he was conducting experiments on light polarization but it wasn't patented until two years later. In just three months two hundred thousand kaleidoscope sold in London and Paris, after Philip Carpenter, the sole manufacture owner produced them.

My dad asked me to make simple DIY kaleidoscope just this noon. He told me that he ever made this thing when he was in elementary school. With three rectangular mirror, of course in the same shape, we made equilateral-triangular-prism, put on the tape. Then tape on two layer of white plastics (put some beddles, colored plastic with different shape or maybe glass in between) at the bottom of the prism. Warp the prism with motive paper. Do not forget to close the top of prism with paper or dark plastik then make a hole for the sight. SIMPLE RIGHT!

I took some pics of the random form, you could shake it, so you'll see every different form made. And it'll more beautiful if you see them under the sun, so the colored of the plastic or glass would refract the lights.


light forms of DIY Kaleidoscope

'scenery' from the sight hole

 So do you want to mke it too? try this at home and take a pic. Make different pirsm I suppose.




Damn, Judul Skripsi?

Memasuki masa 'jarang kuliah' akhirnya tiba. Mata kuliah yang harus dijalani yaa sudah dijalani, tersisa makul Audit Komunikasi, sisanya hanya mata kuliah wajib KRS tapi ga wajib masuk kelas. Untuk anak Unpad pasti mengalami Job-training dan Seminar yang harus dijalani sebelum memasuki langkah akhir, Skripsi.

Kebetulan saya sudah mengalami Job-training di Bank Indonesia Bandung. Mendapatkan pengalaman dibidang ekonomi, which is bukan major bidang saya yang Komunikasi Pemasaran banget. Tapi memang semua bidang memerlukan Komunikasi, jadi disanalah saya belajar bagaimana 'memasarkan' Bank Indonesia melalui tugasnya yang berkaitan dengan perekonomian. Yes, learning something new is so much fun.

Masuk ke Seminar. Lewat makul ini, mahasiswa 'dilatih' lagi untuk membuat 'skripsi bayangan' selain pada makul Metode Penelitian. Dosen pembimbing saya meminta kami untuk mencari ketertarikan terhadap suatu hal terlebih dahulu untuk dijadikan judul tanpa harus memikirkan metodenya. Saat inilah kepekaan radar terhadap hal-hal unik disekitar kita harus ditingkatkan. Tapi sudah seminggu lewat saya juga belum menemukan apapun, sampai akhirnya ketika saya sakit gara-gara asap rokok muncul.

Hei, bagaimana kalau tentang "Kamapnye Anti Rokok"? Kebetulan saya inget tentang film dokumenter Vanguard yang berjudul "Sex, Lies, and Cigarrette". You should click it and watch it, youtube provide these. Dosen saya perokok, dia hanya tertawa-tawa saya menawarkan judul ini, ditambah saya memastikan dia tidak terkena dampak apapun dari box putih dengan tulisan tegas hitam di setiap kemasan rokok dibawah ini.


Dia menawarkan judul, "Strategi Kampanye Lembaga X". Saya sedikit tertarik, tapi kemudian saya mulai lebih tertarik mengenai pemasaran sukses industri rokok yang menargetkan pasarnya secara tertulis 18 tahun keatas, dan tidak tertulis 14 tahun keatas, tanpa ada larangan konsumen dibawah usia itu untuk membelinya. Menurut kalian apakah itu menarik?

Yang kedua, entah mengapa setiap saya melihat Waria ada ketertarikan yang muncul, ingin tahu siapa mereka didalam tubuhnya. Waria adalah kelamin ketiga yang tidak pernah diakui secara umum. Mungkin hanya 10% orang didunia mengenal Waria sebagai kenalannya, dan lebih sedikit dari itu mengakui mereka temannya. Dibalik apapun penampilan luarnya itu, seperti pekerjaan pengemis, mereka juga manusia yang ingin diakui, walaupun pekerjaan mereka dianggap tidak normal bahkan 'haram'. Ditambah ada Pesantren Waria di sudut Yogjakarta, Notoyudan. Di tema inilah Dosen saya lebih tertarik. "Pola Pembinaan Pesantren Waria", tapi kesulitannya adalah lokasi penelitian yang mungkin agak sulit dijangkau saya. Hmmmm.

Apa lagi yang kurang unik dari komunitas ini!

Maryani, pendiri Pesantren khusus Waria
Yang ketiga, tema ini muncul karena tetangga sebelah rumah. Mereka adalah yang bisa dibilang tidak baik untuk perkembangan anak. Mereka mempunyai dua anak laki-laki berusia 10 tahun dan 5 tahun. Ayahnya residivis dan mantan preman, ibunya seorang Jawa dengan logat ngapak-ngapak, namun besar di Tangerang. Yaah, kurang lebih, budaya Betawi kasarnya lebih dominan. Yang memprihatinkan adalah kesehatan dan perilaku anak-anak ini. Sejak kecil mereka sudah mengenal kalimat kutukan paling hina, anak paling bau di daerahnya, tidak mengenal kasih sayang terhadap sesama, dan sampai mengutil barang-barang tetangganya, dan lebih parah lagi, orangtuanya tidak melakukan apapun untuk merubah kebiasaan anaknya tersebut. Yang bikin saya penasaran apasih yang mereka tonton, apa sih yang mereka komunikasikan, secara setiap hari saya hanya mendengar orangtuanya berteriak kutukan macam-macam ke anak-anaknya. Yang menjadi kesulitan disini adalah saya takut mereka tersinggung jika saya menjadikan mereka penelitian.

Sampai sekarang, saya belum bisa menentukan tema mana yang akan diangkat... sedangkan Seminar tinggal seminggu lagi. Huft

10.03.2012

The Famous Cat in Town

It's been a year without blogging!

I've never introduce a new citizen in my life. But better than never. He has been my favorite for more than a year. My happy thoughts, my kissh-kissh-nose, my fluffy pillow, oh my my my..

My days have never been happier since he arrived in this rent-house. If you touched him, your vision of course won't become strange, red-becomes-blue or blue-becomes-red thing, or maybe when your mommy suddenly becomes your daddy. He just will make your mind turns to baby thinking. Your voice becomes duckling-bath sound, your lips become cone shape, and maybe suddenly you will be craving some beef-steak :D

Here he is, Momow, Momowi, or my fav-call name Nyomi or Mowi. The Famous Cat in town.

I bought him at Merdeka Street in the night. About 500k then share it with Melly. He is not good-race cat, but he has something special in my eyes when I see him. I picked him because when I shaked my index finger, he was kinda exciting. Oco and Karin still looked disgust with him, they didn't like cat very much. But I hope this cat make them turn their hearts.

With a box and a yellowish-cat in it, we brought him back home. And we've been arguing about his name will. I still stayed in my word to call him Momow, then it done. Momow still meow-ed hardly to get out that box.

Little Momow (Mocil), 1st day at home, I said "Morning, sunshine <3 br="br">
Now, he become the yellowish-fat-cat in the house and sometimes has very bad manor. But luckily he always have handsome charm to enchant us. Also Oco and Karin sometimes. (ssst, I know that Karin likes Momow very much, but she's kinda ashamed to admit it ;p)


Momow becomes everyones favorite

He is always being good model with his special poses in every pictures

Now, he is gaining his weight. Today's weight is 7 kilos, kuddos!


Hopefully you can take him as cute-friend :)

cheers from Momow,
"uuuuuung, uuung, ngooo, ngaaaa!"

*he was never really miaw-ed actually

      

12.23.2011

Raconte - Moi Une Histoire

I heard about this frog
It's a very tiny frog
but it's also very special
You can only find it in the jungle
So far away from me
But if you find it and if you touch it
your world can change forever


If you touch its skin
you can feel your body changing
and your vision also
and blue becomes red and red becomes blue
and your mommy suddenly becomes your daddy
and everything looks like a giant cupcake


And you keep laughing and laughing and laughing
nothing is ever quite the same really
And after you finish laughing
it's time to turn into a frog yourself
It's very funny to be a frog
You can dive into the water
and cross the rivers and oceans
and you can jump all the time and everywhere
Do you want to play with me?


We can be a whole group of friends
A whole group of frogs
Jumping into the streets
Jumping into the planets
Climbing up the buildings
Swimming in the lakes and in the bathubs
We would be hundreds, thousands, millions
The biggest group of friends in the world has ever seen
Jumping and laughing forever
It would be great, right?







lyrics by M83





12.16.2011

Drive (2011)

"If I drive for you, you give me a time and a place. I give you a five-minute window, anything happens in that five minutes and I'm yours no matter what. I don't sit in while you're running it down; I don't carry a gun... I drive."

Ngedate malem ini, diadakan oleh Adil dalam rangka memakai voucher nonton di xxi atau 21 cinema hadiah dari Kompas Muda. Seperti biasanya, pilihan untuk nonton film yang bagus sangat sedikit akhir-akhir ini. Berhubung "Arisan 2" sudah kita lahap, lalu melewatkan minggu UAS, sekarang saat nya mencoba salah satu pemenang nominasi 'Best Director' Cannes 2011.

Drive, sounds ordinary yeah!? Tapi lihat posternya, berbeda dengan film-film lainnya, sedikit oldskul, cuma itulah letak ciri detail yang khas di film ini. Gue ga ahli sih dalam mengkritik atau sok-sok an menilai film. Tapi paling ga gue yakin gue bisa menilai film yang menarik untuk ditonton.

Seorang driver (Ryan Gosling) yang kadang bekerja sebagai stunt man pengemudi buat film-film action, kadang bekerja di bengkel, dan kadang menjadi driver bayaran untuk hal-hal ilegal. Terjebak dalam masalah orang lain yang mengharuskan dia menyelamatkan kehidupan seorang wanita cantik, Irene (Carey Mulligan), dan anaknya. Jangan mengira film ini seperti Transporter ya, karena sama sekali berbeda. Tidak ada jagoan yang sok-cool dan tidak mempunyai hati.

Karakteristik film ini mempunyai gaya yang khas, gelap, suasana pesimisme yang menaik turun kan mood, ditambah permainan cahaya yang kontras antara gelap dan terangnya, sepertinya ga salah kalo gue kategorikan sebagai film neo-noir. Alur cerita film ini sedikit undpredictable di setiap plotnya. Bahkan karakteristik peran utamanya pun tidak disangka-sangka, inilah yang menjadi suasana pesimis yang gue rasakan. Diawal film kita menanti-nanti si pemeran utama (Ryan Gosling) berbicara, memang selama lima menit pertama dari muncul penampakan Ryan Gosling ini, kita tidak melihat dia berbicara secara langsung. Bahkan sampai satu jam awal gue baru sadar bahwa kita tidak diberi tahu siapa nama Ryan Gosling dalam film ini, dan tiba-tiba gue inget ketika membaca sinopsis film ini di pagi hari tadi, tidak disebutkan nama pemeran utama dalam film ini. Manggut-manggut sendiri jadinya.

Timbul rasa kecewa yang muncul ketika menonton film ini. Eits, tapi tentunya bukan karena filmnya. Sayangnya studio di salah satu xxi di Bandung ini tidak menyajikan suasana yang baik buat penontonnya. Agak terganggu dengan munculnya bunyi dengung pada sound, lalu hilang dan timbul lagi, serta gambar yang terlalu kotor, mungkin karena filmnya lecet atau apa. Tapi yasudahlah yaaa, namanya juga voucher gratisan, nasyib! :-)

Over all, sebagai penikmat film kelas, film ini patut kalian tonton. Pengambilan gambar yang bagus, penataan artistik yang khas (sedikit-sedikit indie), permainan cahaya yang kontras, dan tidak lupa Ryan Gosling-idaman-para-wanita dengan aktingnya yang baik sekali!

Happy driving!

10.23.2011

Cemilan Lima Menit



Kadang sewaktu-waktu gue merasakan pengen makan ini - makan itu, padahal beberapa jam yang lalu baru selese makan siang, makan malem. Yang gue lakukan biasanya buka kulkas, liat ada apa yang bisa dimakan. Kalo ga ada, gue bisa merelakan waktu lama cuma buat bikin sesuatu yang bisa memuaskan keinginan gue. Nikmat dan puas, mungkin ini kepuasan sebuah appetite.

Kadang-kadang membayangkan, bagaimana kalo nanti gue ga punya appetite lagi ya? Disaat-saat nanti jika sudah sibuk, susah meluangkan waktu, dan makan apapun yang bisa dimakan, karena gue ga bisa mikirin lagi "gue nanti siang mau makan pasta dengan udang atau kepiting soka pake saos telor asin" ditambah lagi waktu untuk membuatnya. Kok, sedih ya gue? :'(

Seperti sekarang yang tiba-tiba gue pengen ngemil yang manis-manis, dan gue membayangkan  muffin coklat. Coba deh kalian bayangkan? Muffin dengan tekstur yang ga terlalu lembut, lengket-lengket di gigi dan lidah, rasa yang tidak terlalu manis atau hambar, potongan-potongan coklat kasar yang sedikit meleleh bercampur dengan adonan rotinya.. pas rasanya. Terus gimana dong?

Mungkin gue bisa membuat sesuatu yang seperti muffin, rasa coklat dan agak lengket itu. Namun sebelum impian gue ini hilang ditimpa oleh keinginan yang lain, harus cepat-cepat dipuaskan. Inget resep lama yang pernah gue liat di TV jaman kecil.

Keik mug coklat. Chocolate mug cake

Kalian pengen tau caranya? waktu yang diperlukan membuat keik ini hanya LIMA MENIT kawan-kawan. Yang kalian butuhkan adalah satu gelas mug ukuran biasa dan microwave.

Bahan:
4 sendok makan tepung
4 sendok makan gula
2 sendok makan bubuk kokoa
1/4 sendok teh esens vanilla/mint
1 buah telur
1sendok teh choco chips
3 sendok makan susu cair
3 sendok makan mentega (dilelehkan)
atau
3 sendok makan minyak sayur

Caranya:
Pertama, campurkan semua bahan kering kaya gula, tepung, bubuk coklat, choco chips, di mug dan aduk rata.
Kedua, masukan telur, aduk rata dan jangan sampe ada gelembung-gelembung tepung.
ketiga, masukan susu, esens vanilla/mint dan mentega/minyak lalu aduk rata lagi.
Terakhir masukkan mug ke microwave dan setel selama 3 menit di 1000 watt atau maximum power. Setelah itu tunggu sampe keiknya berhenti mengembang, baru keluarkan dari microwave. Gunakan pisau untuk memisahkan pinggirannya yg lengket atau makan langsung aja dari gelasnya.
Yup, keik coklatnya bisa langsung disajikan.

Kalo gue sih lebih suka versi mengganti bubuk kokoa dan choco chips dengan 50 gram dark chocolate yang dilelehkan barengan sama menteganya. Cuma kalo kaya gini emang butuh waktu lebih lama. Cuma bagi gue rasanya lebih enyaaak.. hehe

Nah, kalo kamu mau silahkan mencoba. Kayanya perlu di masukkan resep ini ke 



Mantap kan!!








9.17.2011

Photobooth-ing yuk!

Mereka kencan berdua di sebuah Mall tergaul sepanjang Bandung. Rise of The Planet of The Apes adalah main date mereka. Setelah memesan dua tiket, mereka menyusuri isi Mall tersebut.

"hmmm, masih 30 menit lagi."
"mau kemana lagi nih?"
"kemana yaa? Dil, photobox yuk!"
"haha, kaga ah!"

Ini sih sudah kali keberapa gue ngajak photobooth-ing-an. He still said no. Gue bingung kenapa? apa karena kita sama-sama punya kamera DSLR dan tripod? atau dia pernah berkomentar tentang hasil photobooth seseorang, "pacaran smp banget", atau males bertingkah seperti anak kecil? atau ga asik?

Sebelumnya gue juga ga pernah photobooth-ing-an sama pacar-pacar gue yang telah lalu. Pengalaman sebagian cowo ini ga pernah ngajak juga dan gue ga pernah kepikiran juga, dan sebagian cowo itu pernah mengajak tapi gue menolak tapi saat itu gue malu untuk show off. Atau gue menolak karena cowo itu tidak setampan Mr. Depp... eh eh, becanda kok hahaha. Kalo ditanya cowo itu kenapa gue ga mau, gue selalu bilang "Aku ada dslr sama tripod, kalo mau kita foto aja di kamar." Serius, gue ga akan bilang gue malu foto sama lo.. ya kali.. *sekali lagi bercanda, sayaaaang. Gue pernah beberapa kali kok foto di dalam booth, tentunya bersama temen-temen gue dan lebih tentunya lagi mereka itu cewe-cewe. Oya, jadi ada pertanyaan lagi, kenapa cewe-cewe lebih suka difoto ya daripada cowo-cowo? gue sendiri ga tau sih sebagai cewe. Do you?



Kalo diinget-inget lucu juga, sekarang giliran gue minta photobooth-ing, pacar gue ga mau. Pokoknya dia ga mau aja. Mau ngerayu, tapi malesh bangeett. Ahahaha. Ini apa yaa namnya, Karmakah? ya kaliii juga.. gini-an doang.

Terus kenapa sekarang gue pengen banget photobooth-an? ehehe, agak malu ceritanya. Pertama, karena hal tersebut "oldstuff" tapi masih classy. Gue suka yang berbau-bau yang lucu-lucu oldstuff gitu deh... hihihi. Kedua, gara-gara gue liat serangkaian foto temen-temen cewe dan cowo gue punya foto dalam booth bersama pacar mereka, dan terlihat asik sekali. Ketiga, mungkin karena sekarang gue lagi dilanda "freakin'-out-cannot-bear-to-lose-the-boy-you-love-the most" jadinya gue pengen merekam disaat-saat lagi bahagia ini.. hahaha. *fucking stupid i am!

Menurut lo lo semua, enaknya ngajak dia gimana ya, biar mau?  =3
Tapi, photobooth-an emang asik kan yaa?




9.10.2011

Losing (Fright)

I don't have any idea since when, but I feel it not so quite times ago.
It is not things such as...

misery to know your loving cat is dead,
lose your big opportunity to win million money,
your stick plans turn to ruin,
your favorite dvd is broken,
run out of allowances,
can't break an easy puzzles,
annoying with stumbling teeth when kissing,
alone in the house at night,
regret for run out of snacks in your room,
stain in your favorite dress, or
tired of TV drama and TV gives no good shows for you.
Those all are just gravels in your life



But i feel afraid about some classic gravel in every girls' fright!
"When you can not bear to lose your boy you love the most!"

or maybe for you, in common people are like
"Having untrusted best friend stab you on the back!"
(is it true the same, isn't it? tell me if I'm wrong)

Have you ever had questions about..
why I have this feeling?
where is this begin?
and when is this end?
can I hold it?

and you ever hopes of..
I don't want to be disappointed, please.
I will have enough patient to get along with him/her.
I won't wake up in beautiful daydreaming.
if I get the worst, I will be strong as storm.




Everyone wants to be trusted and have the truth from someone believe them.



ga bermaksud galau sih, tapi apalah daya. pengennya sih berbagi isi pikiran, gue harap cari ini ga cissy!